Kelas
: SD14-A3
HASIL
OBSERVASI
A.
Hasil
Temuan
Nama Narasumber : Nia Kaniawati, S.Pd
Wali Kelas : 5 (lima)
Masa kerja :11 Tahun
Alamat :Bojong, Cilimus
Dari hasil observasi saya di SD
NEGERI LINGGASANA tentang bimbingan konseling yang diterapkan di SDN tersebut
ternyata memiliki masalah bimbingan yang hampir sama dengan sekolah lain yaitu
kenakalan-kenakalan anak-anak yang suka berkelahi di waktu jam pelajaran
dikarenakan hal yang kecil seperti saling ejek, dan ada juga siswa yang
kesulitan belajar menangkap materi ajaran padahal guru sudah membuat metode
pembelajaran itu lebih inovatif.
Tetapi ada saja siswa yang masih
belum memahami materi yang di sampaikan, masalah yang lain pun ada, ini tentang anak yang mempunyai kebutuhan
khusus di kelas 5 siswa tersebut mempunyai sedikit gangguan dia bermasalah
karena pada saat jam pelajaran olahraga dia tidak ikut tapi dia malah ada di
kelas, setelah pelajaran olahraga selesai teman-teman sekelasnya pergi ke kelas
dan mengambil uang di tasnya masing-masing
untuk jajan atau istirahat di kantin pada saat itu ada uang temannya
yang hilang dan teman-teman mencurigai bahwa anak yang tidak mengikuti olahraga
tadi yang mengambil. Semua kenakalan itu bisa di atasi oleh pihak sekolah yang berkelahi
itu di panggil keruang guru dan di nasehati oleh wali kelas tersebut guru-guru
di SD NEGERI LINGGASANA sangat bekerjasama untuk mengatasi permasalahan yang
ada, bila tetap berkelahi guru pun akan meminta bantuan kepada orang tuanya
untuk menasehatiya dan menegur.
B. Solusi yang Diterapkan
Dari
hasil temuan permasalahan-permasalahan di SD NEGERI LINGGARJATI, maka solusi
yang diterapkan yang kurang bisa menangkap materi yang diajarka oleh guru itu
siswa akan diberika waktu tambahan oleh guru dijam osong seperti pulang sekolah
karena jam pulang sekolah menurut wali kelasnya sangat baik itu sebabnya di
lakukan pada jam pulang sekolah. kenapa tidak
jam istirahat, karena bila jam istirahat waktunya siswa untuk istiraat
meluangkan waktunya untuk makan dan istirahat. Bila permasalahannya suka mencuri
itu sudah sangat membahayakan bagi siswa kelas 5 langkah yang di ambil untuk
mengatasi masalah tersebut adalah menanyakan pada siswa di curigai tanpa
membuat dia malu untuk mengakuinya, siswa tersebut tidak mengakui tetapi dia
menangis hal tersebut membuat guru yang menangani masalah tersebut meyakini
bahwa yang mencuri itu dia setalah di selidiki ternyata benar dia setelah itu
dia mengakui perbuatannya sebagai guru yang baik jangan sampai membuka aib anak
didiknya maka dari itu wali kelas langsung mennghubungi orang tuanya karna hal
tersebut harus di pantau oleh orang tua dan guru, setelah itu siswa tersebut di
nasehati oleh guru dan orang tuanya.
Masalah negatif
yang di atas itu sangat perlu imbingan konseling karena bila guru tidak
menguasai tentang bimbingan konseng di sekolah dasar makan siswa tersebut tidak
akan bisa membuat sekolah lebih baik, tetapi bimbiangn konseling tidak hanya di
terapkan untuk siswa-siswa yang bermasalah tetapi siswa yang berprestasi pun
butuh juga untuk di bimbing, contohnya pada saat siswa berprestasi itu ingin
ikut lomba mipa tingkat kabupaten dia tidak langsung mengikuti lomba tersebut
demi memberikan nama baik sekolah dasar tersebut maka siswa tersebut di latih
lebih baik lagi untuk lebih siap mengikuti lomba dengan di adakannya jadwal
pelajaran tambahan sepulang sekolah.
Jadi, kesimpulan
mengenai hasil observasi tentang penerapan bimbingan konseling di SD NEGERI LINGGASANA itu sama dengan
sekolah- sekolah lainb yang mengatasi semua masalahnya itu langsung dari guru
atau wali kelas, kelas yang mempunyai masalah, wali kelas selalu berusaha agar
anak didiknya slalu menjadi siswa yang di bimbing dengan masalah positif bukan
masalah yang negatif, wali kelas pun slalu memantau bagaiman mereka di rumahnya
sehari-hari wali kelas pun slalu menanyakan kepada orang tua dari siswa apakah
anak-anaknya slalu berprilaku positif. Guru pun slalu memberi tugas untuk di
kerjakan di rumah bisa di sebut PR dan ada juga tugas yang harus mencari di
internet sebagai guru juga kita harus melihat arus globalisasi dan d hawatirkan
bila guru memberikan tugas untuk mencari dari internet di takutkan situs-situs
yang merusak anak bangsa maka dari itu wali kelas tidak lupa menghimbau untuk
orang tuanya agar mengawasi anaknya bila sedang membuka atau mencari tugas yang
ada di internet.
C.
Pengembangan
Solusi
Beberapa masalah-masalah di atas mengenai bimbingan
konseling di SD dan solusi yang di terapkan oleh wali kelas dan sekolah.
Menurut saya dapat di kembangkan solusinya seperti pada salah satu permasalahan
tentang kesulitan belajar dari beberapa peserta didik di SD NEGERI LINGGASANA,
menurut saya solusinya yang lebih pantas ialah dengan cara guru lebih
menggunakan metode-metode dan pendekatan-pendekatan yang bisa disesuaikan
dengan kebutuhan siswa. Untuk permasalahan tentang mengambil hak orang lain itu
menurut saya wali kelas harus lebih mendekatkan diri kepada siswa tersebut
supaya merasa nyaman dekat dengan wali kelas. Jadi siswa tersebut tidak mencuri
kembali karena sudah dekat dengan wali kelasnya. Menurut saya siswa yang
mengambil hak orang lain itu bukan hanya karena kekurangan uang atau materi
tetapi juga karena kurang perhatian dari orang tuanya.
Untuk solusi siswa yang berprestasi itu lebih
menekankan pada siswanya tersendiri dan siswa yang berprestasi tersebut
biasanya mengikuti lomba - lomba dan sebelum lomba tersebut sebaiknya siswa di
bimbing dan diberi arahan lebih dari siswa-siswa yang lain karena siswa yang
berprestasi tersebut memiliki kecerdasan yang lebih, dan guru harus membimbing
lebih seperti kelas tambahan dan tugas-tugas tambahan tetapi kelas tambahan
belajaranya tidak harus serius melainkan lebih santai supaya siswa tersebut
tidak merasa tegang atau tertekan dan lebih relax belajarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar