Jumat, 27 Januari 2017

tugas uas widi nachi



Nama : Widi Nachi Furkon
Kelas : SD14-A3
HASIL OBSERVASI

A.      Hasil Temuan
Nama Narasumber           : Nia Kaniawati, S.Pd
Wali Kelas                        : 5 (lima)
Masa kerja                        :11 Tahun
Alamat                             :Bojong, Cilimus

            Dari hasil observasi saya di SD NEGERI LINGGASANA tentang bimbingan konseling yang diterapkan di SDN tersebut ternyata memiliki masalah bimbingan yang hampir sama dengan sekolah lain yaitu kenakalan-kenakalan anak-anak yang suka berkelahi di waktu jam pelajaran dikarenakan hal yang kecil seperti saling ejek, dan ada juga siswa yang kesulitan belajar menangkap materi ajaran padahal guru sudah membuat metode pembelajaran itu lebih inovatif.
            Tetapi ada saja siswa yang masih belum memahami materi yang di sampaikan, masalah yang lain pun ada,  ini tentang anak yang mempunyai kebutuhan khusus di kelas 5 siswa tersebut mempunyai sedikit gangguan dia bermasalah karena pada saat jam pelajaran olahraga dia tidak ikut tapi dia malah ada di kelas, setelah pelajaran olahraga selesai teman-teman sekelasnya pergi ke kelas dan mengambil uang di tasnya masing-masing  untuk jajan atau istirahat di kantin pada saat itu ada uang temannya yang hilang dan teman-teman mencurigai bahwa anak yang tidak mengikuti olahraga tadi yang mengambil. Semua kenakalan itu bisa di atasi oleh pihak sekolah yang berkelahi itu di panggil keruang guru dan di nasehati oleh wali kelas tersebut guru-guru di SD NEGERI LINGGASANA sangat bekerjasama untuk mengatasi permasalahan yang ada, bila tetap berkelahi guru pun akan meminta bantuan kepada orang tuanya untuk menasehatiya dan menegur.

B.       Solusi yang Diterapkan
            Dari hasil temuan permasalahan-permasalahan di SD NEGERI LINGGARJATI, maka solusi yang diterapkan yang kurang bisa menangkap materi yang diajarka oleh guru itu siswa akan diberika waktu tambahan oleh guru dijam osong seperti pulang sekolah karena jam pulang sekolah menurut wali kelasnya sangat baik itu sebabnya di lakukan pada jam pulang sekolah. kenapa tidak  jam istirahat, karena bila jam istirahat waktunya siswa untuk istiraat meluangkan waktunya untuk makan dan istirahat. Bila permasalahannya suka mencuri itu sudah sangat membahayakan bagi siswa kelas 5 langkah yang di ambil untuk mengatasi masalah tersebut adalah menanyakan pada siswa di curigai tanpa membuat dia malu untuk mengakuinya, siswa tersebut tidak mengakui tetapi dia menangis hal tersebut membuat guru yang menangani masalah tersebut meyakini bahwa yang mencuri itu dia setalah di selidiki ternyata benar dia setelah itu dia mengakui perbuatannya sebagai guru yang baik jangan sampai membuka aib anak didiknya maka dari itu wali kelas langsung mennghubungi orang tuanya karna hal tersebut harus di pantau oleh orang tua dan guru, setelah itu siswa tersebut di nasehati oleh guru dan orang tuanya.
            Masalah negatif yang di atas itu sangat perlu imbingan konseling karena bila guru tidak menguasai tentang bimbingan konseng di sekolah dasar makan siswa tersebut tidak akan bisa membuat sekolah lebih baik, tetapi bimbiangn konseling tidak hanya di terapkan untuk siswa-siswa yang bermasalah tetapi siswa yang berprestasi pun butuh juga untuk di bimbing, contohnya pada saat siswa berprestasi itu ingin ikut lomba mipa tingkat kabupaten dia tidak langsung mengikuti lomba tersebut demi memberikan nama baik sekolah dasar tersebut maka siswa tersebut di latih lebih baik lagi untuk lebih siap mengikuti lomba dengan di adakannya jadwal pelajaran tambahan sepulang sekolah.
            Jadi, kesimpulan mengenai hasil observasi tentang penerapan bimbingan konseling  di SD NEGERI LINGGASANA itu sama dengan sekolah- sekolah lainb yang mengatasi semua masalahnya itu langsung dari guru atau wali kelas, kelas yang mempunyai masalah, wali kelas selalu berusaha agar anak didiknya slalu menjadi siswa yang di bimbing dengan masalah positif bukan masalah yang negatif, wali kelas pun slalu memantau bagaiman mereka di rumahnya sehari-hari wali kelas pun slalu menanyakan kepada orang tua dari siswa apakah anak-anaknya slalu berprilaku positif. Guru pun slalu memberi tugas untuk di kerjakan di rumah bisa di sebut PR dan ada juga tugas yang harus mencari di internet sebagai guru juga kita harus melihat arus globalisasi dan d hawatirkan bila guru memberikan tugas untuk mencari dari internet di takutkan situs-situs yang merusak anak bangsa maka dari itu wali kelas tidak lupa menghimbau untuk orang tuanya agar mengawasi anaknya bila sedang membuka atau mencari tugas yang ada di internet.




C.      Pengembangan Solusi
Beberapa masalah-masalah di atas mengenai bimbingan konseling di SD dan solusi yang di terapkan oleh wali kelas dan sekolah. Menurut saya dapat di kembangkan solusinya seperti pada salah satu permasalahan tentang kesulitan belajar dari beberapa peserta didik di SD NEGERI LINGGASANA, menurut saya solusinya yang lebih pantas ialah dengan cara guru lebih menggunakan metode-metode dan pendekatan-pendekatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Untuk permasalahan tentang mengambil hak orang lain itu menurut saya wali kelas harus lebih mendekatkan diri kepada siswa tersebut supaya merasa nyaman dekat dengan wali kelas. Jadi siswa tersebut tidak mencuri kembali karena sudah dekat dengan wali kelasnya. Menurut saya siswa yang mengambil hak orang lain itu bukan hanya karena kekurangan uang atau materi tetapi juga karena kurang perhatian dari orang tuanya.
Untuk solusi siswa yang berprestasi itu lebih menekankan pada siswanya tersendiri dan siswa yang berprestasi tersebut biasanya mengikuti lomba - lomba dan sebelum lomba tersebut sebaiknya siswa di bimbing dan diberi arahan lebih dari siswa-siswa yang lain karena siswa yang berprestasi tersebut memiliki kecerdasan yang lebih, dan guru harus membimbing lebih seperti kelas tambahan dan tugas-tugas tambahan tetapi kelas tambahan belajaranya tidak harus serius melainkan lebih santai supaya siswa tersebut tidak merasa tegang atau tertekan dan lebih relax belajarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar